REVITALISASI PERPUSTAKAAN DALAM TATANAN BARU ABAD 21

 

 

 

 

[perpus.unsoed.ac.id] Revitalisasi perpustakaan perguruan tinggi bertujuan memberikan kontribusi nyata dalam pencapaian Tri Dharma. Selain itu revitalisasi perpustakaan merupakan bagian dari penyesuaian beberapa aspek layanan, tujuan sarana dan prasarana, serta fungsi perpustakaan dalam menghadapi perubahan  tatanan baru. UPT Perpustakaan Unsoed menyelenggarakan seminar nasional bertajuk Revitalisasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Berbasis Komunikasi dan Dukungan Sinergis Masyarakat Kampus dalam usahanya untuk memvitalkan atau me review kembali peran perpustakaan. Bertempat di Gedung Roedhiro Universitas Jenderal Soedirman pada hari Senin 16 Oktober 2017, Seminar nasional ini menghadirkan tiga pembicara yakni, Deputi Menteri PPN/Bapennas bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan (Dr. Ir. Subandi, M.Sc.), Kepala Biro Hukum dan Perencanaan Perpustakaan Nasional (Dr. Djoko Santoso, M.Hum), Kepala UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang (Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd.).

Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si (Rektor Unsoed) dalam sambutannya sekaligus membuka acara menyampaikan,  bahwa salah satu tantangan terbesar perpustakaan perguruan tinggi saat ini adalah bagaimana perpustakaan bertransformasi di era digital agar dapat memberikan layanan terbaik kepada sivitas akademika. Rektor berharap melalui seminar ini mampu membangun rasa memiliki dan mencintai perpustakaan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari aspek aspek kegiatan akademis, serta membangun komitmen bersama untuk meningkatkan layanan perpustakaan.

Acara seminar nasional dilakukan secara panel dengan moderator Bapak Moch. Sugiarto, Ph.D. Dalam kesempatan tersebut pemateri pertama Dr. Ir. Subandi, M.Sc. dengan materi bertajuk Kebijakan Pembangunan Perpustakaan. Dr. Ir. Subandi, M.Sc. menyampaikan pentingnya  fungsi dan peran  perpustakaan dalam pendidikan tinggi seperti yang diamantkan oleh Undang Undang No 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan yang meliputi “fungsi edukasi dan riset, perpustakaan sebagai sumber belajar civitas akademika, fungsi publikasi dan informasi, perpustakaan sebagai wahana publikasi hasil karya akademik, serta fungsi rekreasi dan inovasi, perpustakaan sebagai pusat aktivitas mahasiswa yang menyenangkan dan mampu menumbuhkan inovasi".  Dr. Djoko Santoso, M.Hum sebagai pemateri kedua menyampaikan materi bertajuk Revitalisasi Perguruan Tinggi Berbasis Komunikasi Dan Dukungan Sinergi Masyarakat Kampus. Dalam paparanya menyebutkan bahwa perkembangan perpustakaan saat ini berbasis komunikasi di era digital. Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd. selaku pemateri terakhir menyajikan materi bertajuk Revitalisasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Dalam Dinamika Kehidupan Abad XXI. Kemunculan tatanan baru di abad ke 21 yakni perbaruan antara belajar, bersantai, bekerja dan berempati dalam kehidupan sehari-hari. "Perpustakaan harus ditransformasikan atau direvitalisasikan di era abad 21 dengan menata kembali aspek fisikal ruang, sosial budaya dan akademis intelektual," ungkap Kepala UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Dari pemaparan dan diskusi dalam seminar tersebut, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan perguruan tinggi saat ini harus bertransformasi menjadi tempat untuk berkreas,i dan berinovasi, serta berekreasi bagi civitas akemika.